Pembangunan Berkeadilan, Dari Desa Membangun Parimo Dan Parimo Untuk Indonesia

Spread the love

Oleh: Mirza S.Kom

Penjelasan yang ada umumnya bersifat retoris dan normatif. Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “pembangunan” dapat diartikan sebagai “proses mendirikan atau membentuk sesuatu”.

Kata “berkeadilan” dapat diterjemahkan sebagai “memberikan bobot yang sama, tidak berat sebelah, berpihak kepada yang benar, sepatutnya dan tidak sewenang-wenang”.
Secara natural, senantiasa akan selalu ada jarak antara pengertian keadilan berdasarkan azas equality dan need. Pada konsep keadilan berdasarkan azas equality, besar uang jajan untuk 2 orang anak dengan usia yang berbeda haruslah sama besarnya. Pada konsep keadilan berdasarkan azas need, besar uang jajan mereka haruslah bersifat “proporsional”.

Proses mendirikan atau membentuk dengan dilandasasi kepada nilai-nilaike benaran, tidak bersifat sewenang-wenang, bersifat proporsional namun tetap memiliki keberpihakan terhadap elemen yang lemah.

Ada 4 prinsip dasar “pembangunan berkeadilan” yang bisa diturunkan dari definisi tersebut:

“Pembangunan berkeadilan” mesti berlandaskan kepada kebenaran, yang dalam ketatanegaraan dimanifestasikan dengan kepatuhan terhadap peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada.

“Pembangunan berkeadilan” harus memastikan tidak ada elemen masyarakat yang diperlakukan secara sewenang-wenang.

“Pembangunan berkeadilan” seyogyanya bersifat proporsional kepada seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan berkeadilan” harus memiliki keberpihakan terhadap elemen yang lemah.

Kabupeten Parigi Moutong adalah salah satu daerah pemekaran kabupaten donggala yang terdiri dari 22 kecamatan dan 220 desa/kelurahan. Seperti umumnya kabupaten di Sulawesi Tengah sebagaian besar potensi daerahnya adalah bersumber pada sektor agraris/pertanian/perkebunan. Karena sebagaian besar masyarakat Parimo bersandar pada sektor ini maka mayoritas masyarakat Parimo adalah petani.

Seharusnya pemerintah memaksimalkan potensi agraris ini untuk memajukan masyarakat Parimo menjadi lebih sejahtera.jika berkaitan dengan agraria maka ada beberapa aspek yang dapat dijadikan sarana kesejahteraan agar dipenuhi seperti modal dan tekhnologi. Modal dapat berbentuk bantuan sosial, alokasi anggaran untuk petani, dan pemenuhan kredit bagi petani, untuk tekhnologi dapat berbentuk pupuk, hand tractor, mesin rumput, tangki semprot.

Selain modal dantekhnologi yang juga sering luput adalah pemerintah harusnya dapat menjadi penjamin pasar bagi produk petani.pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang tepat dalam hal pasar ini.baik memastikan penjualan atau memanfaatkan Perusda dan kemudian perusda yang akan mehyalurkan produksi pertanian tersebut kepembeli diluar daerah.

Melalui pemilihan kepala daerah ini dapatlah kita jadikan batu loncatan dalam mewujudkan pembangunan Parimo yang lebih baik.pembangunan  ini dapat diukur dalam beberapa hal yakni pembangunan infrastruktur pemerintah dan sosial, tingkat kesejahteraan rakyat yang harus dapat diukur dalam rasio gini (tingkat kesenjangan), dan terakhir peningkatan pendapatan daerah setiap tahunya. Tiga aspek ini harus dijadikan indikator mengukur kemajuan sutau daerah.

Olehnya itu dalam membangun Parimo baiknya berkaitan dengan program ditingkatan : 1. Menciptakan keamanan ditingkatan masyarakat dengan mendorong produktivitas,artinya jika pendapatan dan lapangan pekerjaan terjamin maka konflik sosial dapat diminimalisir,3.tingkat kesenjangan haruslah juga menjadi ukuran karena pendapatan daerah yang tinggi terkadang seiring dengan tingkat kesenjangan yang tinggi,harusnya tingkat kesenjangan ini lebih diutamakan daripada pendapatan daerah,atau naiknya APBD haruslah tidak menegasikan tingkat kesenjangan (rasio gini).4.bahwa pembangunan ekonomi haruslah bersendi ekologis (lingkungan), terlebih di Parimo adalah salah satu daerah yang dapat meminimalisir  pemanasan global,pembangunan ekonomi harus sejalan dengan aspek menjaga kelestarian ekologi.

Untukitu agar lebih sederhana konsep pembangunan berkeadilan dapat diterjemahkan dalam bentuk program yang akan menjadi platform di masa rakyat adalah sebagai berikut :

  1. Modal Dan Tekhnologi Untuk Petani (Bantuan Dana dan alat serta kemudahan akses terhadap pupuk yang disediakan oleh pemerintah lewat alokasi anggaran daerah dalam sektor pertanian).
  2. Penyediaan sarana – dan prasarana infra struktur bagi keberlangsungan aktifitas masyarakat baik petani maupun masyarakat lainya (jalan umum,jalan kantong produksi,jembatan) dll.
  3. membangun kemudahan akses rakyat terhadap pendidikan dan kesehatan dengan pemenuhan fasilitas agar memudahkan akses (dalam bentuk dana dan fasilitas).
  4. Melakukan intervensi langsung terhadap produk petani dan juga menjamin pasar produk tersebut,hal ini simultan dengan meningkatkan kesejahteraan petani.
  5. Laksanakan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kiblat empat program diatas.

*) Penulis adalah Ketua Komite Persiapan – Arus Muda Gotong Royong, “  Membangun Parimo dar i Desa dan Membangun Indonesia dari Parimo “

Related posts

Leave a Comment