Pembangunan Berkeadilan, Dari Desa Membangun Parimo Dan Parimo Untuk Indonesia

Oleh: Mirza S.Kom Penjelasan yang ada umumnya bersifat retoris dan normatif. Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “pembangunan” dapat diartikan sebagai “proses mendirikan atau membentuk sesuatu”. Kata “berkeadilan” dapat diterjemahkan sebagai “memberikan bobot yang sama, tidak berat sebelah, berpihak kepada yang benar, sepatutnya dan tidak sewenang-wenang”. Secara natural, senantiasa akan selalu ada jarak antara pengertian keadilan berdasarkan azas equality dan need. Pada konsep keadilan berdasarkan azas equality, besar uang jajan untuk 2 orang anak dengan usia yang berbeda haruslah sama besarnya. Pada konsep keadilan berdasarkan azas need, besar uang jajan mereka haruslah bersifat “proporsional”. Proses…

Read More

Cipayung Plus Sulteng : Freeport Harus Kembali Ke Pangkuan Negara

PALU, beritapalu.NET | Menyikapi pemberitaan tentang PT. Freeport akhir-akhir ini, sebuah kelompok yang  menamakan diri Cipayung Plus Sulteng menyatakan bahwa Freeport harus kembali ke pangkuan negara. Dalam rilisnya yang disampaikan ke beritapalu.NET, juru bicara Cipayung Plus Sulteng Mirza mengatakan, perusahaan asal Amerika Serikat terus berulah dan memperlihatkan tindakan sewenang-wenangnya terhadap negara. Katanya, dengan dalih kesucian kontrak, perusahaan ini telah lancang mengangkangi aturan negara dengan menolak ketentuan tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2017. Ia mengungkapkan, dalam aturan tersebut pemerintah mensyaratkan kepada…

Read More

Kanwil KemenkumHAM: Kurang SDM, Pengawasan TKA Lemah

PALU, beritapalu.NET | Kurangnya personel di bidang keimigrasian membuat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulteng lemah. Hal itu dinyatakan oleh Perwakilan Bidang Keimigrasian Kanwil Kemenkum dan HAM Sulteng pada Diskusi Publik yang digelar Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Palu, Jumat (31/3/2017). Diskusi bertema Kebijakan Ketenaga Kerjaan yang Berjiwa Trisakti dengan sub tema mengurai Polemik tenaga Kerja Asing Ilegal di Sulteng itu juga dihadiri oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulteng, anggota DPD RI dr Delis Julkarson Hehi, wakil ketua DPRD Provinsi Sulteng serta Ketua KPW PRD Sulteng…

Read More

Pilkada Parimo; Mengarus Utamakan Petani

Oleh : Mirza S.Kom Petani sebagai tulang punggungnya bangsa harusnya mendapat perhatian lebih, sebab di tangan petani ketersediaan dan ketercukupan kebutuhan pangan terjaga. Sebagai sebuah kelas dalam masyarakat Indonesia petani harusnya mendapatkan kesejahteraan namun fakta menunjukan banyak petani menengah dengan rata rata pemguasaan lahan 2 hektare jatuh menjadi petani miskin, pada gilirannya petani yang miskin inipun menjadi buruh tani. Bahkan ada banyak regulasi yang memberatkan penghidupan petani dan sangat sedikit regulasi yang di ciptakan untuk melindungi penghidupan Petani. Hal ini mungkin terjadi di sebabkan dalam sistem perpolitikan Indonesia petani tidak…

Read More

Pilkada Parimo 2018 : Memenangkan Pancasila Dalam Pusaran Politik Identitas

Oleh : Mirza,S.Kom SECARA Normatif Pemilihan kepala daerah di pandang sebagai satu proses yang akan menentukan nasib suatu daerah selama 5 tahun atau dalam satu periode. Sehingga dalam kontestasi ini selalunya di himbau kepada masyarakat untuk tidak melewatkan hajatan yang di anggap sebagai Klimaks dari Demokrasi atau Bentuk Pelaksanaan demokrasi di Indonesia setelah pemilu, Pilpres dll. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dalam bentuk Pilpres, Pemilu maupun Pilkada kerap tersandera oleh bentuk Politik Identitas. Kita bisa melihat bagaimana penggunaan Politik Identitas dalam Momentum Pilkada yang terjadi pada 2017 lalu pada Pilkada Jakarta yang…

Read More

Membicarakan Tentang Kepemimpinan Politik

Oleh : Mirza,S.Kom 2018 mendatang akan di laksankan Kontestasi Pilkada Serentak. Yang tentunya kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu kabupaten yang akan melaksanakan kontestasi tersebut di wilayah Provinsi Sulawesi tengah. Semakin dekatnya waktu pelaksanaan kontestasi pilkada serentak tersebut seolah telah memberi satu suguhan materi Pembahasan yang baru bagi masyarakat Parigi Moutong setelah Pembahasan yang lain tentang semakin maraknya kasus Mutilasi terhadap hewan ternak masyarakat yang menggila menjelang tanggal 15 oktober Hari Hak Asasi Hewan. Tentu sebagai anak muda kami pun tak mau ketinggalan dalam materi pembahasan yang cukup menarik bagi…

Read More

Sentralisme Demokratik dan Tugas-tugas Pokok Organisasi Kita

Sebuah partai adalah sebuah organisme yang aktif. Dia berkembang di dalam pergelutannya dengan rintangan-rintangan dari luar dan kontradiksi-kontradiksi dari dalam (Leon Trotsky) Dinamika-Dinamika perkembangan organisasi kita, senantiasa di perhadapkan dengan menjamurnya Penyakit Subjektivitas Terhadap sesama kawan, yang berimplikasi pada kelemahannya politik organisasi kita keluar. Hal ini juga merupakan akibat dari tidak di jalankannya prinsip dasar organisasi melalui SENTRALISME DEMOKRASI  . Yang mungkin akibat dari lemahnya kader di  lapangan ideologi maupun di bidang manajemen organisasi. dari tulisan kawan Trotsky di atas bahwa Partai ataupun organisasi adalah bentuk dari sistem sel yang…

Read More

Nemu Buku,Nemu Gelisah di Malam Puisi

duhai kasih aku sebenarnya berharap ada kau disisiku bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi berpeluk mesra dalam kejaran tirani ( Che Guevara) menghabiskan hari demi hari di medan pertempuran, hidup dalam pergulatan kontradiksi tajam antara klas penguasa daan klas tertindas tak membuat pimpinan revolusi kuba ( Che ) kehilangan cinta dalam hatinya. Ia pimpinan revolusi yang juga tak kehilangan rasa cinta, ia tak ubahnya sebuah senjata kala berperang namun bagaikan keindahan bunga mawar kala mekar. Dalam bait puisinya di atas memberi gambaran atas keinginan, kehendaknya sebagai…

Read More

PRAMOEDYA : Djakarta

Almanak Seni 1957 Sekarang tiba gilirannja: dia djuga mau pergi ke Djakarta. Aku takkan salahkan kau, mengapa kau ingin djadi wargakota Djakarta pula. Besok atau lusa keinginan dan tjita itu akan timbul djuga. Engkau di pedalaman terlampau banjak memandang ke Djakarta. Engkau bangunkan Djakarta dalam anganmu dengan segala kemegahan jang tak terdapat di tempatmu sendiri. Kau gandrung padanja. Kau kumpulkan tekat segumpil demi segumpil. Ah, kawan, biarlah aku tjeritakan kau tentang Djakarta kita. Tahun 1942 waktu untuk pertama kalinja aku indjak tanah ibukota ini, stasiun Gambir dikepung oleh del­man. Kini…

Read More