Teralienase dari situasi Objektiv Bukan sikap Pejuang Kiri

Spread the love

Tulisan ini merupakan kritik kepada salah satu kawan yang dalam Praktek Perjuangannya teralienase dari situasi objektivnya di lapangan politik

Teralienasi dalam pengertian sederhananya dapat di artikan terasing, atau terjebak dengan pemikiran Idealnya sehingga jauh dari situasi Objektiv. hal ini begitu sangat berbahaya sama bahayanya dengan di terpa oleh angin Puting beliung.

Sebagai aktivis kiri yang di bimbing oleh Teori Filsafat revolusioner atau kita sering Menyebutnya Materialisme Dialektika Historis ( MDH ), tidak seharusnya tersandera dengan hal-hal normatif dan menggantungkan Perubahan Pada situasi Belaka tanpa Ikut membentuk Situasi tersebut dan mempengaruhi Kuantitas dialektikanya Merupakan bukti dan bentuk nyata dari bentuk Teralienasi di lapangan Politik.

Teralienase dari situasi objektivnya di lapangan Politik membuktikan bahwa dalam kerangka Praktek lapangan dari MDH terdapat satu kegagalan, meskipun telah belajar dan menguasai secara Teoritis teori MDH ini, namun ia tetap teralienase membuktikan belum di pahaminya secara menyeluruh tentang teori perjuangan ini.

Sebut saja nama Aktivis ini Moril, ia begitu cerdas dalam hal teoritis, begitu cepat memahami situasi ekonomi poilitik suatu daerah, analisa yang begitu tajam bak sebuah Samurai yang Terasa setiap hari namun di lapangan Praktek dalam Mempengaruhi Kuantitas dielektinya tak setajam analisanya.

Moril sebagai salah satu aktivis yang begitu sangat senang menyusun strategi dan taktik di lapangan politik, sekilas ketika kita mendengarkan korelasi analisanya dengan taktik yang yang ia di Produksi, kita akan segera menarik kesimpulan bahwa ia merupakan orang yang amat begitu cerdas dan di perhitungkan di lapangan Politik lokal.

Namun setelah kita menyisir jauh lebih dalam ternyata peluang, kesempatan dan taktik yang ia Produksi dari kerja Otaknya ini hanya menjadi sebuah kesenangan belaka. Sebut saja ia sedang Beronani intelektual. Seperti seorang Pria yang sedang berada pada titik punyak nafsu birahi atau pada kondisi Klimaks namun tidak Punya Penyaluran sehingga alternatif yang di ambil adalah beronani di  Kamar mandi.

Dalam Proses perjalan kader yang bernama Moril ini di lapangan Politik tidak begitu mulus, walaupun ia dalam setiap perbincangannya selalu membungkus dan membrending dirinya sendiri sebagai seorang politisi yang di perhintungkan di tingkatan lokal. Sebagai pendengar yang baik kita tidak boleh hendak mempercayai cerita subjektivnya secara blak-blakan tanpa mengkorelasikannya dengan kondisi objektivnya pula, sehingga kita akan bertemu dengan titik tengah yang menunjukan bahwa ucapan si Moril jauh dari Kenyataan dan fakta lapangannya.

Lebih Parah Lagi kesadarannya hanya Kesadaran Berskala kesadaran manusia tak berkomitmen, mengutip salah satu kawan yang menyebut bahwa sikap kawan yang bernama Moril ini selalunya bertendensi,  dalam periode pembangunan Organisasi terdapat dua periode dimana ia beraktivitas murni, Pertama saat ia masih sangat baru dalam kerja politik melawan Imperialisme ini pada peri   ode kedua ia tidak aktif walaupun tetap mengikuti perkembangan organisasi dan periode ketiga ia kembali hadir ketika ada skrikandi yang nanmempesona begabung dalam barisan melawan Imperialisme ini.

Yang penulis garis bawahi dan menarik kesimpulan dari semua aktivitas yang di lakukan oleh Moril dalam kerja organisasi ini tidak menunjukan bahwa ia mengerti dengan apa yang kita sebut dengan MDH sebagai teori revolusioner yang membimbing perjuangan klas rakyat tertindas. Serta ia tidak memahami secara utuh tentang tugas dan tanggung jawab sebagai pejuang kiri karna selalunya menunggu perubahan tanpa menciptakan perubahan tersebut, padahal sebagai seorang soekarnois ia tentunya sudah familiar dengan pesan Bung karno tentang perubahan itu tidak selalunya jatuh dari langit namunia di ciptakan.

 

Sekian Kritik ini, semoga memberi pencerahan bahwa sebagai aktivis kiri tugas kita menciptakan perubahan dengan jalan mempengaruhi kuantitas dialektikanya.

Related posts

Leave a Comment