Nemu Buku,Nemu Gelisah di Malam Puisi

Spread the love

duhai kasih
aku sebenarnya berharap ada kau disisiku
bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan
berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi
berpeluk mesra dalam kejaran tirani ( Che Guevara)

menghabiskan hari demi hari di medan pertempuran, hidup dalam pergulatan kontradiksi tajam antara klas penguasa daan klas tertindas tak membuat pimpinan revolusi kuba ( Che ) kehilangan cinta dalam hatinya.

Ia pimpinan revolusi yang juga tak kehilangan rasa cinta, ia tak ubahnya sebuah senjata kala berperang namun bagaikan keindahan bunga mawar kala mekar.

Dalam bait puisinya di atas memberi gambaran atas keinginan, kehendaknya sebagai seorang manusia yang juga ingin berjalan di atas karpet merah yang penuh dengan symbol-simbol kemenangan bersama sang kekasih,

Malam ini Nemu Buku sebuah perpustakaan Mini dengan konsep ½ Caffe mengadakan Ivent Malam Puisi, sabtu Malam pada tanggal 11 Februari 2017.

Ini bukan soal keindahan Puisi yang dibacakan secara bergiliran dari semua orang di ruangan kecil ini. Tapi ini cerita tentang asa, tentang sosok yang yang begitu amat mampu membuat orang terpaku menjadi patung, sosok yang melampaui keIndahan Bunga Mawar, Ia tak Hanya Cantik, tapi di balik sosok jilbabnya ada bermiliaran juta mimpi-mimpi tentang perubahan.
sosok yang seakan sempurna dengan kompilasi kecerdasan dan juga kecantikannya, tak urung membuatku diam dan tenang menyaksikan dan mendengarkan suara lembut dan manis yang keluar dari bibir dengan wajahnya yang seakaan mengajak ku pergi mewujudkan mimpi-mimpi perubahan yang di produksi alam berfikirnya.

Teralienase merupakan kata yang paling tepat sebagai penggambaran Rasa dalam kesesatan Berfikir ini, Mencuatnya Kepermukaan Rasa Takut, Gelisah akibat pertanyaan-pertanyaan yang bersandar pada Ideal Manusia.! Bisakah keindahan itu Ku ajak Bergandengan tangan dengan kaum tertindas.? Bisakah Kelembutan itu ku ajak bernyanyi Mesra menanti Penantian Panjang Dalam samudra Fana ini.? Atau bisakah Cinta menjadi Platfrom Perjuangan dalam Front Permanent Yang kokoh.?

Dan Akhirnya sampai Malam Puisi Berakhir pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa membuat GELISAH.

Pada mala mini Puisi dari Che Guevara senantiasa membayang alam Berfikirku sampai setibanya di tempat peristrahatan.

duhai kasih
aku sebenarnya berharap ada kau disisiku
bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan
berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi
berpeluk mesra dalam kejaran tirani

duhai kasih
aku sebenarnya berharap kau ada disisiku
berjalan bergandengan dengan kaum tertindas
bernyanyi mesra dalam tarian penantian
atau hanya sekedar diam dan saling memandang
sambil berpikir berdua adakah ruang untuk kita
berucap mesra dalam tangisan kehilangan

duhai kasih
sekali lagi aku berharap
bukankah kamu tau
revolusi butuh pejuang
siapkan dirimu…
agar kutanamkan benih revolusi dirahimmu

 

Related posts

Leave a Comment